Jumat, 16 Februari 2018

Di Balik Gencarnya Upaya BPOM Tarik Peredaran Obat Bermasalah

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membekukan izin edar obat-obat yang mengandung policresulen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrat, termasuk Albothyl dan tiga produk lainnya. Cairan antiseptik yang diduga mengandung policresulen dapat mengakibatkan chemical burn pada mukosa oral (kulit bagain mulut), jika penggunaannya tidak diencerkan terlebih dahulu.

"BPOM RI membekukan izin edar Albothyl dalam bentuk cairan obat luar konsentrat hingga perbaikan indikasi yang diajukan disetujui. Untuk produk sejenis akan diberlakukan hal yang sama," tulis BPOM dalam keterangan resminya, Kamis (15/2/2018).

Keempat produk, termasuk Albothyl, harus sudah ditarik dari peredaran selambat-lambatnya satu bulan sejak dikeluarkannya Surat Keputusan Pembekuan Izin Edar. Masyarakat diminta beralih ke obat lain yang mengandung benzydamine HCl, povidone iodine 1 persen, atau kombinasi dequalinium chloride dan vitamin C.

Dikutip dari lampiran penjelasan resmi BPOM, berikut ini keempat produk obat yang mengandung policresulen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrat, yang dibekukan izin edarnya.

Pertama, Albothyl; NIE: DTL8821600341A2; Pendaftar: PT. Pharos Indonesia lisensi dari Nycomed GmbH, Jerman; Produsen: PT. Pharos Indonesia. Kedua, Medisio; NIE: DTL1221102041A1; Pendaftar: PT. Faratu Indonesia; Produsen: PT. Pharos Indonesia.

Ketiga, Prescotide; NIE: DTL1233526741A1; Pendaftar: PT. Novel Pharmaceutical Laboratories; Produsen: PT. Novel Pharmaceutical Laboratories. Keempat, Aptil; NIE: DTL0731527941A1; Pendaftar: PT. Pratapa Nirmala; Produsen: PT. Pratapa Nirmala.

Sebelumnya, BPOM juga menarik izin edar dua produk, yakni Viostin DS dan Enzyplex, karena kasus temuan DNA babi pada dua produk tersebut. Sebelumnya, sudah diberikan sanksi berupa penarikan produk pada nomor bets tertentu yang teridentifikasi DNA spesifik babi.

BPOM dalam rilis resminya menyebut bahwa sampel produk yang disebutkan dalam edaran adalah Viostin DS produksi PT Pharos Indonesia dengan nomor izin edar (NIE) POM SD.051523771 nomor bets BN C6K994H, dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories dengan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101.

"Sejak November 2017 sudah ada penarikan dari bets yang mengandung DNA babi. Yang saat itu masih beredar bisa jadi dari bets lain," kata Penny K. Lukito, Kepala BPOM, dalam konferensi pers.

Awal mula kasus ini dimulai sejak beredarnya surat hasil pemeriksaan sampel dua produk suplemen makanan yang viral di jejaring media sosial. Surat tampaknya datang dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram dan ditujukan pada Kepala Balai POM Palangka Raya.

Menurut penjelasan Penny, selama November tahun lalu, pihak BPOM sebetulnya telah melakukan proses dengan memberikan kesempatan pada produsen untuk melakukan perubahan pada bahan baku produksi.

Setelah itu, BPOM tetap terus melakukan pengawasan pada post-market usai sanksi penarikan. Akan tetapi, kedua produsen tersebut lagi-lagi kedapatan menggunakan bahan baku yang melanggar kesepakatan awal.

Ke depannya, Penny menegaskan BPOM akan menerapkan langkah yang lebih tegas untuk produsen yang melakukan kesalahan serupa. Tak segan-segan, BPOM akan langsung melakukan penarikan izin edar.

"Izin edar ditarik akan kami percepat lagi, tidak diberikan kesempatan yang terlalu lama dengan sanksi jika dua kali ketahuan sudah akan ditarik izin edarnya," katanya.(*/)

Sumber: klik di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 150 database, klik di sini
** Butuh 19 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
*** Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
**** Butuh copywriter specialist, klik di sini
***** Butuh content provider, klik di sini

Kolaborasi Astra dan Gojek, Perluas Ekosistem Otomotif

Setelah masuknya Google dan Temasek, kini giliran grup raksasa domestik seperti Astra Group dan Grup Djarum yang menginjeksi modal kepada Gojek, perusahaan unicorn ride sharing berbasis di Indonesia. Tambahan injeksi modal ini akan digunakan Gojek untuk memperluas penetrasi pasar hingga ke Papua.

PT Astra International Tbk (ASII) melakukan suntikan dana sebesar US$ 150 juta atau setara Rp 2 triliun untuk Gojek. Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto mengatakan ini investasi terbesar Astra di bidang digital.

Prijono mengharapkan investasi ini akan mendorong era digitalisasi di Astra International. Dengan langkah bisnis ini, pihaknya percaya investasi tersebut sangat menarik meski tidak akan instan. “Gojek baru tujuh tahun. Tidak ada juga investasi sekejap. Yang penting kami percaya ini menjadi investasi jangka panjang dan memberi nilai tambah bagi kedua belah pihak,” ungkap Prijono.

Saat ini pengemudi Gojek yang terdaftar mencapai satu juta orang dengan lebih dari 125 ribu mitra usaha dan 30 ribu penyedia jasa. Gojek juga memfasilitasi lebih dari 100 juta transaksi setiap bulannya.

Prijono menambahkan, pihaknya tak ingin ketinggalan masuk dalam pertumbuhan ekosistem digital. Dia melihat adanya benang merah antara bisnis Astra dengan Gojek. Apalagi, saat ini Astra juga tengah merambah bisnis digital lewat Astra Digitalisasi Program (ADP).

Menurut dia, dalam satu tahun, Astra International bisa menjual 4,5 juta sepeda motor dan 600.000 mobil. Jika dikonsolidasikan, Astra International memiliki lebih dari 10 juta-15 juta database kendaraan. “Bukan hanya jual mobil dan motor. Mudah-mudahan digitalisasi yang dilakukan Gojek bisa berkolaborasi dengan digitalisasi Astra,” ujar Prijono.

Astra International juga bisa mengolaborasikan bisnis lainnya dengan Gojek, seperti asuransi, perawatan kendaraan dan pembiayaan kendaraan bermotor dengan mitra Gojek. Saat ini Astra International menggenggam 56% pangsa pasar kendaraan roda empat dan menguasai 75% pangsa pasar sepeda motor di Indonesia.

Nadiem Makarim, CEO dan pendiri Gojek, mengatakan, investasi yang dilakukan ASII merupakan salah satu investasi terbesar. Ia bilang, ada banyak area bisnis yang dapat dieksplorasi Gojek bersama ASII. Salah satunya adalah ekspansi ke Papua.

CEO PT Global Digital Niaga (Grup Djarum) Kusumo Martanto mengatakan salah satu alasan mau berinvestasi dengan Gojek karena memiliki kesamaan visi misi. “Kami mau bangun dan perluas jaringan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” kata Kusumo.

Selain itu, Kusumo memastikan masih banyak kolaborasi lain lagi yang akan dilakukan bersama Gojek. Menurutnya kolaborasi tersebut bisa dalam bentuk logistik, pembayaran, dan membangun produk serta tekno. Namun, Kusumo tidak bersedia menyebutkan nilai investasi yang ditanam ke Gojek. Dikabarkan investasi Astra dan Djarum nilainya ratusan juta dolar AS.

Masuknya dua perusahaan nasional itu menambah panjang investor, baik asing maupun lokal, yang telah menanamkan modalnya di Gojek. Berikut beberapa investor besar yang diketahui telah menanamkan modalnya di perusahaan asal Indonesia yang dibentuk tujuh tahun lalu ini.

Investasi Google
Pada akhir Januari 2018, Google, melalui perusahaan induknya, Alphabet, dikabarkan menyuntikkan modal ke Gojek. Tidak disebutkan secara pasti berapa nilai investasi yang digelontorkan perusahaan multinasional asal Amerika Serikat ini.

Namun, Google tidak masuk sendirian. Google menggandeng Temasek Holding, perusahaan online asal Tiongkok Meituan-Dianping, serta sejumlah investor lama Gojek untuk bersama-sama menggelontorkan dana segar senilai US$ 1,2 miliar atau Rp 16 triliun.

Dengan tambahan modal sebesar itu, seperti ditulis Reuters, nilai valuasi Gojek diperkirakan mencapai 4 miliar dolar AS atau setara Rp 53 triliun. Namun, nilai valuasi Gojek masih kalah dengan pesaingnya, Grab, yang diperkirakan telah melebihi 6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 80 triliun.(*)

Sumber: klik di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 150 database, klik di sini
** Butuh 19 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
*** Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
**** Butuh copywriter specialist, klik di sini
***** Butuh content provider, klik di sini

Minggu, 11 Februari 2018

Mengurai Tips dan Trik Marketing Analysis dan Riset Tren Pasar

Secara sepintas, jika terlintas kata marketing analysis atau analisis pemasaran, tentu dahi kita akan berkernyit. Serius. Rumit. Punyeng. Dan sejuta gambaran terbayang terkait banyaknya angka, mengaitkan faktor satu dengan faktor lainnya, menarik asumsi, menguji sampel, dan membuat kesimpulan.

Bayangan itu bisa saja benar. Tapi jika kita tahu tips dan triknya, akan lebih mudah. Pertama, kita harus tahu dahulu gambaran besarnya, dimulai dari definisi. Definisi marketing analysis – kata analisis sangat dekat dengan pekerjaan detektif. Para detektif akan melakukan analisis terhadap informasi yang sudah ia kumpulkan, kemudian hasil analisis tersebut dijadikan sebuah kesimpulan terkait kasus yang ia hadapi. Agar mendapat analisa yang tepat detektif diperlukan informasi yang saling berkaitan dan menuju kepada satu tujuan seperti pelaku atau barang hilang. Dalam dunia marketing pun dikenal adanya marketing analisis. Untuk pengertian, manfaat dan apa saja yang perlu diperhatikan untuk melakukan marketing analisis akan dijelaskan singkat pada artikel ini semoga dapat bermanfaat.

Setelah sebelumnya melakukan marketing research dan mendapat informasi penting kemudian anda lanjutkan dengan marketing analysis. Apa itu? Dalam situs businessdictionary.com marketing analysis adalah penyelidikan ke dalam pelaksanaan marketing untuk mengetahui apa saja yang mempengaruhi didapatnya hasil maksimal dan apa efek dari hasil tersebut dalam marketing. Secara umum analisis pemasaran adalah studi tentang dinamika pasar. Mulai dari naik turunnya hasil yang kita dapat hingga ke ranah psikologi konsumen. Inilah daya tarik khusus pasar terutama dalam industri spesifik. Analisis pemasaran pada dasarnya adalah rencana bisnis yang menyajikan informasi mengenai pasar di mana anda terjun. Dalam penyajiannya tersebut sangat berkaitan dengan berbagai faktor yang juga akan dibahas dalam artikel ini.

Setali tiga uang dengan ilustrasi diatas. Jika dalam duniadetektif, analisa dilakukan untuk mendapatkan deduksi yang pas, maka dalam dunia marketing, analisa dilakukan untuk mendapatkan data kemajuan proses marketing yang anda lakukan. Mudahnya analisis pemasaran dilakukan sehingga anda dapat merumuskan strategi bagaimana cara yang tepat menjalankan bisnis anda selanjutnya. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tertentu, anda akan tahu bagaimana untuk menjalankan bisnis anda.

Faktor yang paling umum adalah SWOT yang merupakan akronim untuk; (Strength) Kekuatan, (Weakness) Kelemahan, (Opportunities) Peluang dan (Threats) Ancaman. Dengan menilai kekuatan dan kelemahan anda, anda dapat membuat strategi pada faktor mana yang menjadi fokus anda. Misal anda ahli dalam public relation atau hal-hal yang berkaitan dengan interaksi maka hal ini yang perlu anda fokuskan sedangkan jika anda lemah dalam penggunaan internet atau gadget maka hal ini perlu anda hindari. Anda juga perlu melihat faktor-faktor eksternal seperti situasi yang dapat memberikan anda kesempatan atau ancaman. Seperti misalnya faktor ekonomi, ketidakstabilan politik atau bahkan perubahan sosial, semuanya dapat memberikan peluang yang dapat Anda ambil dan meningkatkan keuntungan anda. Tapi mereka juga dapat membuat ancaman yang akan menghambat transaksi bisnis anda. Dengan mempertimbangkan semua faktor ini akan memberikan hasil analisa pemasaran untuk dapat memposisikan dimana sebaiknya anda menerapkan strategi.

Ada dimensi tertentu yang membantu kita untuk melakukan analisis pemasaran. Semua elemen tersbut nada dapatkan dengan melakukan marketing research terlebih dahulu. Dengan hal-hal ini akan membantu kita memahami apakh pasar kita beroperasi lebih baik. Dimensi ini meliputi;

1) Ukuran Pasar – Mengetahui ukuran pasar merupakan faktor kunci dalam analisis pemasaran. Semakin besar pasar, semakin besar persaingan yang akan anada hadapi. Untuk pasar yang besar, anda perlu memastikan produk dan jasa yang anda tawarkan menonjol dan menarik. Jika tidak, pelanggan dapat dengan mudah beralih ke produk pesaing. Tidak hanya itu, pasar yang lebih besar membuat anda perlu memikirkan kembali kebijakan harga anda. Menetapkan harga yang terlalu tinggi akan membuat anda kehilangan pelanggan karena mereka beralih ke pesaing anda yang menawarkan harga lebih murah. Ketika menetapkan harga terlau rendah orang-orang akan berpikir kalau barang yang anda jual itu adalah barang murah berkualitas jelek. Tapi jika ukuran pasar kecil maka anda bisa melakukan penetapan harga yang tinggi. Nah semua fakta ini tersimpan dalam analisis pemasaran dan dengan fakta ini anda dapat meneruskan rencana pemasaran anda

2) Tingkat pertumbuhan pasar – Tingkat pertumbuhan pasar adalah faktor besar dari semua faktor dalam analisis pemasaran. Hal ini karena anda mendapatkan ide dari berapa lama pasar tersebut akan bertahan. Sebelum anda melakukan investasi anda perlu menganalisis tingkat pertumbuhan pasar. Jika ada kemungkinan pasar untuk tumbuh dari waktu ke waktu maka Anda dapat berinvestasi lebih banyak di dalamnya. Jika tidak memiliki pertumbuhan maka sebaiknya anda tidak menginvestasikan apa-apa. Berapa banyak waktu dan perhatian yang anda berikan kepada pasar tergantung pada tingkat pertumbuhannya.

3) Tren pasar – Tren pasar juga bagian penting dari analisis pemasaran. Memiliki pengetahuan tentang tren membantu anda untuk memutuskan jenis produk apa yang sebaiknya anda jual selanjutnya. Ketika anda baru memulai bisnis anda perlu mengetahui apa hal yang sedang nge-hits. Apa hal yang pelanggan inginkan? Berapa banyak mereka bersedia untuk menghabiskan? Apa ada tren lain yang mungkin menarik perhatian mereka? ini adalah beberapa hal yang anda pertimbangkan dalam menganalisis pemasaran. Di sisi lain, tren pasar dapat berubah setiap hari. Hal ini dapat berubah menjadi kesempatan atau pun ancaman itu semua bergantung bagaimana anada menghadapinya

4) Profitabilitas pasar – Apa tujuan anda melakukan bisnis? kebanyakan orang akan menjawab untuk mendapatkan keuntungan. Karena itu, sebelum masuk ke bisnis anda perlu menganalisis profitabilitas pasar. Jika pasar memiliki profitabilitas yang baik maka anda dapat berinvestasi. Jika tidak, itu akan membuang-buang waktu dan modal. Untuk menghitung profitabilitas pasar, ada beberapa hal yang harus mempertimbangkan. Hal-hal ini meliputi; kekuatan pembeli, kekuatan pemasok, hambatan masuk dan sebagainya.

5) Faktor Kunci Sukses – Faktor kunci keberhasilan adalah unsur-unsur yang mempengaruhi untuk mendapatkan keberhasilan dalam pemasaran. Unsur tersebut harus dapat bertahan dalamsetiap persaingan. jika anda tangani hal ini dengan baik, memungkinkan anda untuk menghasilkan hasil yang lebih bagus bagus. Faktor kunci keberhasilan meliputi;

a) Alur Distribusi – Alur distribusi sangat penting untuk bisnis. Tanpa mereka, Anda tidak akan bisa mengantarkan produk Anda ke pelanggan Anda. Hal ini juga harus diperhatikan karena Anda perlu menilai seberapa baik alur tersebut. apakah sudah ada cukup baik atau anda perlu mengembangkan alur yang baru. Terkadang anda dapat mencoba alur pemasaran yang baru seperti belanja online.

b) Struktur Biaya Industri – Struktur biaya industri adalah faktor yang signifikan saat menjalankan bisnis. Pada dasaranya faktor ini melihat seberapa banyak biaya yang diperlukan membuat produk anda terjual. Dengan mengatur hal ini anda dapat meningkatkan keuntungan tanpa perlu menaikkan harga. Melakukan analisis pemasaran akan membantu anda untuk menemukan cara-cara baru untuk mengurangi biaya dan meningkatkan profit. Pada saat yang sama, hal ini membantu untuk menciptakan strategi untuk mengembangkan keunggulan kompetitif dari pesaing anda.


Itulah dia beberapa informasi tentang marketing analysis. Duniaindustri.com--sebuah start up khusus di segmen industri yang berisi berita, riset pasar, market intelligence, dan komunitas industri--hadir untuk memudahkan marketing analysis. Duniaindustri.com telah menangani puluhan proyek data hingga riset persaingan pasar dari perusahaan kecil, menengah, besar di Indonesia, terutama dari Jakarta, Cikarang, Bandung, Yogya, Surabaya, Palu, Bali, dan daerah lainnya.

Saat ini lebih dari 150 data historis industri dari berbagai sektor industri manufaktur (tekstil, agro, kimia, makanan-minuman, elektronik, farmasi, otomotif, rokok, semen, perkapalan, dan lainnya), komoditas, pertanian, perkebunan, sumber daya mineral, logistik, infrastruktur, properti, perbankan, reksadana, media, consumer, hingga makro-ekonomi, menjadi kumpulan database di duniaindustri.com.

Data dan Kajian Pembangunan Infrastruktur 2015-2019 (Alternatif Pendanaan dan Skema Penjaminan)
Data dan Market Brief Industri Baja (Tren Pangsa Pasar dan Demand Growth 2016-2017)
Data dan Kajian Harga Jual Semen Per Wilayah (Analisis Pasar Semen di Indonesia Timur 2017-2020)
Data Komparasi Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik Per Wilayah (RUPTL 2017-2026)
Data Komprehensif Infrastruktur Jalan 2015-2019
Riset Infrastruktur Industri 2015-2019 (Peluang Basis Produksi Manufaktur 2017)
Riset Pasar Seluler dan Data Industri Telekomunikasi 2010-2018 (Peta Persaingan dan Potensi Pertumbuhan)
Riset Pasar dan Data Industri Mobil (2005-2019)
Riset Pasar dan Analisis Oversupply Semen (2016-2019)
Riset Pasar Consumer Goods dan Tren Online Shopping (2009-2017)
Riset Pasar dan Data Industri Biskuit 2010-2016 (Peta Persaingan dan Tren Market Leader)
Riset Pasar dan Analisis Industri Kosmetik (Tren Pertumbuhan dan 5 Merek Paling Laris)
Riset Pasar dan Analisis Peta Persaingan Industri Semen (NEW Version)
Riset Eksklusif Industri Kemasan Plastik (Tren Pertumbuhan dan Analisis Cukai)
Riset Eksklusif dan Data Industri Minyak Goreng Sawit (Tren Persaingan Market Leader)
Riset dan Data Industri Pariwisata Indonesia 2010-2020
Riset dan Analisis Eksklusif Farmasi (Tren Persaingan Obat Bebas, Generik, Herbal dan Daftar Obat Paling Laku) 
Riset Pasar Obat Bebas, Obat Generik, dan Obat herbal
Data Industri Elektronik Home Appliances 2005-2015
Riset Industri Manufaktur; Peluang Investasi dan Basis Produksi 2015-2019
Riset Peluang Kerjasama Pemerintah dan Swasta di Proyek Infrastruktur 2015-2019
Riset Tren Produksi Oleokimia dan Biodiesel 2011-2017
Riset Persaingan Brand Rokok di Indonesia 2014-2016
Riset Komprehensif Industri Baja 2007-2017
Riset Peta Persaingan Industri Semen 2015-2017
Data dan Analisis Industri Oli Pelumas 2007-2016
Data dan Outlook Industri Susu & Teh Siap Minum 2013-2016
Data dan Outlook Industri Farmasi 2010-2019
Data dan Outlook Industri Batubara 2011-2030
Data dan Outlook Industri Semen 2003-2019
Data dan Outlook Industri Rokok 2005-2016
Data dan Outlook Industri Petrokimia 2009-2016
Data dan Outlook Transportasi, Logistik, dan Infrastruktur 2009-2019
Data Industri Minimarket, Supermarket, Hypermarket, dan Modern Trade di Indonesia 2012-2015
Data dan Outlook Industri Oleokimia dan Biodiesel 2015-2016
Data dan Outlook Industri Consumer Goods 2016
Tren Fashion dan Data Industri Tekstil
Data industri sepeda motor dan velg motor di Indonesia
Outlook Industri Otomotif 2016-2018
Outlook Industri CPO 2016
Data Pasar Surat Utang di Indonesia dan ASEAN
Data Kejatuhan Harga Komoditas Ekspor Indonesia dan Depresiasi Rupiah
Data Investasi, Insentif, serta Kawasan Ekonomi Khusus Perkebunan Sawit 2010-2015
Data Luas Lahan Sawit, Produksi, serta Ekspor CPO 2009-2015
Data dan Analisis Industri Elektronik Menghadapi ASEAN Community
Data dan Analisis Industri Pakan Ternak dan Perunggasan 2007-2017
Data dan Analisis Industri Baja Periode 2000-2014
Data Investasi Baru, Kapasitas, serta Tren Penjualan Semen 2013-2017
Data Market Insight Private Equity di Asia Tenggara
Data Hilirisasi Industri Sawit, dari Regulasi hingga Persebaran Investasi
Data Sumberdaya Batubara, Tren Harga, serta Biaya Produksi per Ton
Data Industri Semen di Asia Tenggara, Pangsa Pemain, dan Pertumbuhan Pasar
Data Industri Properti dan Perbandingan Harga di Indonesia
Data Industri Perbankan, Reksadana, Asuransi, dan Multifinance di Indonesia
Data Industri Televisi Berlangganan di Indonesia
Data Industri Media dan Belanja Iklan di Indonesia
Data Industri Angkutan Darat (Taksi) di Indonesia
Data Tingkat Kepemilikan dan Minat Beli Mobil di Indonesia
Data Energi Terbarukan (Sawit dan Biofuel) Indonesia
Data Perkebunan Sawit dan Produsen Hilir Terbesar Dunia
Data Outlook Pasar Minyak Nabati China
Data Perubahan Iklim Terkait Sektor Perkebunan di Indonesia
Data Outlook Sektor Transportasi dan Logistik 2014-2018
Data Pasokan dan Permintaan Batubara Termal Global
Data Pasar Minimarket dan Restoran Cepat Saji di Indonesia
Data Produksi, Defisit Pasokan, serta Harga Timah
Data Penjualan Per Merek Mobil
Data dan Analisis Outlook Industri Otomotif
Data dan Analisis Penjualan Motor dan Mobil (LCGC)
Data Strategi Pengembangan Sawit dan Batubara di Indonesia
Data Industri Perkapalan Indonesia
Data Penjualan Mobil Per Segmen Kendaraan
Data Produksi, Ekspor, dan Investasi 15 Komoditas Utama Indonesia
Data Komprehensif Industri Otomotif dan Kebijakan Pemerintah
Data Tren Harga dan Produksi Minyak Nabati Utama
Data Keseimbangan Pasokan-Kebutuhan Sawit dan Dampaknya ke Harga
Data Komprehensif Industri Biofuels dan Produk Hilir CPO
Data Industri Petrokimia, Kimia Dasar, dan Logam Dasar
Data Daya Saing Industri Indonesia di Asean Community 2015
Data Prospek Investasi dan Kebutuhan Lahan Kawasan Industri
Data Industri Makanan-Minuman dan Program Hilirisasi
Data Komprehensif Sasaran, Fokus, dan Kinerja Industri Pengolahan
Data Komprehensif Industri Baja di Indonesia
Data Peranan Industri Sawit sebagai Penghasil Devisa Ekspor
Data Daya Saing Industri dilihat dari Sistem Logistik Nasional
Data Segmentasi dan Jumlah Konsumen Kelas Menengah di Indonesia (2012-2030)
Data Industri Batubata (Brick) di Indonesia dan Malaysia
Data Investasi Infrastruktur, Proyek Pembangunan Pelabuhan, Jalan, Bandara, Kereta Api di Indonesia
Data Masterplan Konektivitas Nasional (2010-2030)
Data Konsumsi dan Impor Susu di Indonesia (periode lima tahun terakhir)
Data Komparasi Konsumsi Semen dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (10 tahun terakhir)
Data Produksi dan Ekspor-Impor Industri Aneka
Data Komprehensif Industri Farmasi Indonesia (Periode Lima Tahun Terakhir)
Data Komprehensif Sistem Logistik Nasional (Sislognas) Indonesia
Data Komprehensif Industri Tekstil Indonesia (periode tiga tahun terakhir)
Data Top 20 Produsen Obat Generik di Indonesia
Data Pasar Kosmetik Indonesia (periode empat tahun terakhir)
Data Volume dan Nilai Ekspor CPO, Tarif Bea Keluar, HPE
Data Omzet dan Top 10 Player Industri Makanan-Minuman
Data Pasar Alat Kesehatan di Asia Pasifik
Data Produksi dan Utilisasi 4 Produsen Kertas Terbesar di Indonesia
Data Pangsa Pasar Top 10 Perusahaan Benang dan Serat
Data Industri Alat Musik, Mainan, dan Perhiasan
Data Permintaan Baja di Indonesia (sepuluh tahun terakhir)
Strategi Ekspansi dan Kapasitas Produksi BUMN Semen Terbesar
Data Produksi Gula, Tebu, dan Area Lahan
Data Buyer Agent Tekstil Terbesar dan Representative Office di Indonesia
Data Jumlah Kendaraan Bermotor, dan Panjang Jalan di Indonesia
Data Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Berdasarkan Jenis
Data Pangsa Pasar Lima Produsen Ban di Indonesia
Data Produksi dan Ekspor-Impor Industri Aneka
Data Penjualan dan Pangsa Pasar 4 Perusahaan Rokok Terbesar
Data Pasar Farmasi di Asia Pasifik
Data Belanja Alat Kesehatan di Indonesia
Data Kapasitas dan Utilisasi Industri Aneka
Kajian Komprehensif Tiga Pemimpin Pasar Semen Indonesia
Kajian Komprehensif Industri Kertas di Indonesia
Data Produksi dan Pangsa Pasar 4 Pemimpin Pasar Baja Canai Panas (HRC)

Sumber: di sini
* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 150 database, klik di sini
** Butuh 19 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
*** Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
**** Butuh copywriter specialist, klik di sini
***** Butuh content provider, klik di sini

Peta Persaingan Bisnis Air Minum dalam Kemasan (AMDK) Makin Panas

Peta persaingan industri air minum dalam kemasan (AMDK) makin panas setelah sejumlah pemain baru, yang telah eksis di core business masing-masing, merambah bisnis ini. Tidak ketinggalan, pemain lama juga gencar ekspansi untuk melakukan antisipasi, serta mempertahankan pertumbuhan pasar. Berikut peta persaingan dan ekspansi masing-masing pemain.

PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), produsen air minum dalam kemasan (AMDK) dengan merk Cleo, menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp200 miliar pada 2018. Capex itu akan digunakan untuk berbagai keperluan, antara lain pembangunan pabrik baru, pembelian mesin kemasan, otomatisasi mesin pabrik yang sudah ada, perbaikan sarana pabrik, dan penambahan armada distribusi.

Sekretaris Perusahaan Sariguna Primatirta Lukas Setio Wongso belum bisa merinci jumlah pabrik baru yang akan dibangun pada tahun ini. Saat ini, menurutnya, perusahaan tengah melakukan perluasan pabrik di Pandaan, Pasuruan.

“Selain itu, ada pula dua pabrik baru yang siap beroperasi tahun ini. Pabrik pertama berada di Kendari, Sulawesi tenggara dengan kapasitas kurang lebih 72 juta liter per tahun. Kedua, pabrik di Ngoro, Jawa Timur berkapasitas kurang lebih 240 juta liter per tahun,” katanya.

Rencananya semuanya akan siap beroperasi pada semester I-2018 dan investasi yang dilakukan perusahaan dalam bentuk mesin dan pabrik baru sekaligus menjadi salah satu cara untuk meningkatkan penjualan perusahaan.

Sebelumnya, Hermanto Tanoko, Komisaris Utama PT Sariguna Primatirta Tbk, menjelaskan perusahaan menargetkan pertumbuhan penjualan pada tahun ini sebesar 66% year on year (yoy). Dengan target pertumbuhan tersebut, artinya pada 2018 Sariguna Primatirta menargetkan penjualan sebesar Rp1 triliun. Tahun lalu, Sariguna Primatirta mencatat penjualan konsolidasi sebesar Rp601 miliar meningkat 15% yoy dari penjualan tahun 2016 sebesar Rp523 miliar.

Ekspansi di industri AMDK di Indonesia cenderung tinggi, diiringi persaingan usaha yang ketat seiring masuknya sejumlah produsen makanan ke bisnis ini. Pada akhir 2016, produsen makanan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) masuk bisnis air minum dalam kemasan (AMDK). PT Mayora Indah Tbk (MYOR) yang selama ini menggarap produk makanan kini mulai memperbanyak produksi produk minuman dalam kemasan. Setelah Teh Pucuk Harum dan Kopiko 74° Celcius, mulai 2017 Mayora meluncurkan air mineral Le Minerale.

“Dengan tambahan pabrik baru, pangsa pasar kami bisa 30%-40%,” kata Andre Sukendra Atmadja, Direktur Utama PT Mayora Indah Tbk.

Saat ini Le Minerale diproduksi di Pasuruan, Sukabumi, dan Makassar. Penambahan pabrik baru berlokasi di Palembang dan Cianjur. Pabrik tersebut akan menjadi pabrik ke-23 dan ke-24 milik Mayora. Nilai investasi pabrik sekitar Rp 500 miliar-Rp 700 miliar per pabrik.

Dengan adanya pabrik anyar, kapasitas produksi diharapkan meningkat lima kali lipat. Kapasitas produksi saat ini sebanyak 1 juta karton per bulan. Andre mengatakan, kontribusi Le Minerale terhadap total penjualan Mayora masih kecil. “Pasokannya masih terbatas, tapi permintaannya lebih besar,” kata dia.

Sebelum itu, tepatnya pada 2013, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) telah lebih dahulu merambah bisnis AMDK dengan menggandeng Asahi Group. Tidak tanggung-tanggung, Indofood CBP, melalui anak usaha PT Tirta Makmur Perkasa (TMP) dan PT Tirta Sukses Perkasa (TSP), mengakuisisi 22 perusahaan yang tergabung dalam kelompok usaha Grup Tirta Bahagia yang bergerak di bidang industri air minum dalam kemasan dengan merek dagang CLUB senilai Rp 2,2 triliun.

Direktur Utama ICBP Anthoni Salim menyebutkan, TMP dan TSP merupakan entitas patungan antara antara PT Multi Bahagia dengan PT Asahi Indofood Beverage Makmur dan PT Indofood Asahi Sukses Beverage yang merupakan entitas patungan antara Asahi Group Holdings Southest Asia Pte Ltd dan ICBP.

Perjanjian ini dilaksanakan sehubungan dengan rencana pembelian aset yang terkait dengan manufaktur, pemasaran dan distribusi serta kemasan produk AMDK. Aset yang akan diambilalih, antara lain tanah, bangunan, mesin, kendaraan, furnitur & fixture, inventory serta merek dagang.

Nilai Rp2,2 triliun tersebut akan dibiayai dari dana internal dari pinjaman bank. “Kami sangat antusias dengan akuisisi ini karena akan mempercepat ICBP dalam memasuki pasar AMDK yang merupakan segmen terbesar di industri minuman non alkohol di Indonesia,” tegas Anthoni.(*)

Sumber: klik di sini

* Butuh data spesifik atau riset pasar, total ada 150 database, klik di sini
** Butuh 19 Kumpulan Database Otomotif, klik di sini
*** Butuh competitor intelligence ataupun riset khusus (survei & observasi), klik di sini
**** Butuh copywriter specialist, klik di sini
***** Butuh content provider, klik di sini